Seperti apakah seseorang yang kau namakan soulmate itu?
Apakah dia benar-benar mirip dirimu, sangat persis kepribadiannya, hingga kau bisa berkaca padanya?
ataukah, seseorang yang sangat berbeda denganmu, orang yang hobi, gaya bicara, dan pergaulan yang sangat berbeda, namun dapat melengkapi segala kekuranganmu, dan kau merasa hatimu dan dia adalah satu?
ataukah, seseorang yang benar-benar mengerti dirimu? yang selalu ada disaat kau membutuhkan, yang selalu perhatian padamu? yang benar-benar menyayangimu?
ataukah, semua orang yang menjadi sahabat kita adalah soulmate?
ataukah, soulmate itu tidak ada?
Soulmate????
what kind of food is that?
hehe… just kidding.
hm… come to think of it…
maybe everyone has his/her own definition,
but if it is “pasangan/belahan jiwa” is it doesn’t have to be the same as you or different. it could be like you or the opposite with u also…
setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan… jd soulmate adalah bagian dari diri kita yang akan melengkapi kesempurnaannya…
welll it just my opinion..
see ya my………..
my… blog gw berubah niy jd ariescakamajaya.wordpress.com
kunjungi jg yax… thx
Setiap orang punya persepsi masing-masing dalam mencari soulmate. Ada yang mencari orang berkarakter mirip dengannya, ada pula yang mencari orang yang bisa melengkapi dirinya untuk menutupi kekurangannya walaupun karakternya sangat berbeda. Menurutku, soulmate adalah yang ketiga, seseorang yang benar-benar mengerti diriku, yang selalu ada di saat aku membutuhkan, yang selalu perhatian padaku, tetapi yang paling utama adalah ia mau membantuku dalam menghadapi kehidupan yang kujalani. Untuk bisa mengerti diriku, aku membutuhkan orang yang mempunyai pemikiran yang sama denganku, yang akan berjuang di jalan yang sama. Untuk itu aku mencari orang yang satu aqidah denganku. Dan Allah memang Menyuruh kita seperti ini. Kita dilarang untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan bagi kita karena mereka bisa mengarahkan kita pada jalan yang salah. Walaupun ia satu aqidah denganku, ia tidak harus mempunyai karakter yang sama denganku. Jika begitu, siapa yang akan menutupi kekuranganku karena ia juga mempunyai kekurangan yang sama denganku? Inilah yang membuat orang yang berkarakter berbeda bisa dijadikan soulmate karena perbedaan karakter itulah yang membuatnya saling melengkapi. Walaupun berkarakter berbeda, ia tetap mempunyai aqidah yang sama karena itulah yang membuat hubungannya menjadi sangat erat.
Namun, orang yang mempunyai karakter yang sangat berbeda denganku sulit untuk bisa memahamiku dengan baik karena apa yang dirasakannya akan berbeda dengan apa yang kurasakan ketika menghadapi suatu peristiwa yang sama. Dulu aku merasa bahwa orang yang benar-benar mengerti diriku adalah orang yang berkarakter mirip denganku. Tak kusadari bahwa aku telah menemukannya 5 tahun yang lalu. Aku merasa nyaman ketika mengobrol dengannya karena masalah-masalah yang kuhadapi juga dirasakan olehnya. Kesamaan aqidah kami membuatku terpacu untuk memahami Islam lebih dalam dan melaksanakannya sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Aku terpacu untuk minum sambil duduk dan sholat di awal waktu. Ia berusaha memahami diriku sehingga aku pun mencoba memahami dirinya. Karena hubungan kami begitu dekat, tumbuh keinginan dalam diriku bahwa aku akan membantunya ketika ia sedang kesulitan dan aku akan menasihatinya jika aku merasa bahwa ia berbuat salah. Aku pun mewujudkan keinginan itu menjadi langkah nyata. Inilah salah satu penerapan Q.S. Al-‘Ashr.
Kita memang menginginkan orang yang bisa mengerti diri kita, yang selalu ada di saat kita membutuhkan, yang selalu perhatian pada kita, yang benar-benar menyayangi kita, tetapi kita sulit untuk bisa mendapatkan itu semua karena mereka juga mempunyai kesibukannya masing-masing. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk terus-menerus mengurusi diri kita. Sebenarnya kitalah yang membutuhkan mereka, maka penuhilah kebutuhan mereka. Dulu aku mempunyai sahabat yang aku sering curhat kepadanya. Namun saat ini ia sedang sibuk mengurusi kampus sehingga ia jarang punya waktu untuk mendengarkanku, tetapi aku tetap menjadikan dia sebagai sahabatku karena akulah yang membutuhkannya. Aku akan berusaha membantunya jika dia meminta pertolongan. Maka janganlah menjadi orang yang egois.
Lalu bagaimana denganmu? Adakah teman-temanmu yang kaujadikan soulmate ketika kamu SMA? Bagaimana hubunganmu dengan mereka saat ini? Apa yang telah kamu lakukan untuk mereka? Ataukah kamu hanya menginginkan mereka untuk memperhatikanmu? Jika kamu merasa mereka meninggalkanmu, janganlah kamu kecewa. Berusahalah untuk mendekati mereka lagi, karena mungkin mereka mempunyai kesibukan yang membebani pikirannya sehingga tidak sempat memikirkan dirimu. Tetapi yang pasti, Allah akan selalu mendengarkanmu selama kamu meminta kepadanya. Sekarang aku pun telah `kehilangan` sahabatku yang telah kuceritakan agak panjang di atas, tetapi aku berdoa kepada Allah agar aku tetap tegar dalam menghadapi cobaan ini.